Interview Bersama Niskala (Yk)

Terima kasih sudah setia berkunjung di blog resmi Post rock Indonesia. Kali ini kami melakukan interview dengan sebuah band post-rock muda asal kota jogja namanya Niskala. Band ini bisa dibilang cukup dikenal di kota gudeg dan materi musiknya juga cukup menarik. Silakan baca selengkapnya interview kami dengan mereka! 🙂

Perkenalkan dong bagaimana Niskala terbentuk dan mengapa menggunakan nama “Niskala”?

Niskala terbentuk pada akhir 2014, based-nya kami adalah teman-teman lama yang sebelumnya juga bermain musik dengan band lain kami sebelum Niskala ini terbentuk. Terbentuknya Niskala sebenarnya adalah keinginan kami untuk mendapat experience lain yang sebelumnya kami tidak dapatkan di project musik kami sebelumnya. Penggunaan nama Niskala sebenarnya hanya sebatas untuk identitas saja, tidak lebih, tidak se-filosofis namanya.

Bisa dibilang Niskala ini raja pensi kategori band postrock di jogja. Bagaimana respons para audiens ketika pertama kali manggung hingga sekarang?

Akan terlalu berlebih kalau dibilang “raja pensi”. Mungkin responnya adalah asing dan baru ketika melihat performance sebuah band tanpa vokal. Tapi yang sudah lebih tahu akan musik seperti ini mungkin akan menerka-nerka aransemen dan emosi dari musik kami di panggung.

Rata-rata usia anggota band Niskala itu sendirikan masih muda kayaknya ya? Akan seberapa jauhkah band ini berkarya hingga rilisan sekian mungkin?

Muda? Terimakasih untuk pujiannya. 4 dari 5 personil Niskala hampir berkepala 3 lho FYI. Tidak ada batasan sampai kapan akan berkarya sepertinya.

Boleh dijelaskan,sebenarnya musik niskala itu yang bagaimana sih? Adakah suatu ciri khusus yang berusaha ditunjukan?

Musik kami hampir semua instrumental, atau memang tanpa vokal. Pada dasarnya, kami ingin mengajak orang yang mendengar musik kami mengimajinasikan / memvisualkan musik kami di dalam pikiran mereka masing-masing. Bahasa kerennya kami menawarkan musik yang naratif.

Bagaimana nih progress album Niskala saat ini? Ada bocoran prediksi kapan rilisnya?

Yang jelas album sudah berjalan. Sudah studio recording. Kapannya? belum ada ketok palunya. Biar berjalan pada prosesnya saja.

Bagaimana skena postrock di jogja menurut Niskala sendiri? Apa yang kurang dan perlu dibenahi?

Setiap skena akan terhubung dengan skena lainnya. Apalagi Jogja merupakan kota yang kecil. Saling support akan terasa lebih bagus untuk kelangsungan dan perkembangan skena, apapun itu.

Terakhir,ada gak ini band postrock indonesia impian yang ingin kalian ajak kolaborasi atau mungkin bikin album split? 😀

Mungkin bukan band, tapi akan lebih seru kalau bisa berkolaborasi dengan art performer, penyair, teater, film maker, pun dengan disiplin ilmu yang lain. With scientist maybe? why not?!

Related Post

Tinggalkan Balasan